Senin, 12 September 2011
oh indonesiaku...
Berbicara mudah, mengkritik juga mudh, tapi melaksanakan jauhnlebih dulirt, akhir-akhir ini begitu banya gejolak yang sangat merusak vitra negara dimuka pergaulan dubni sepkorupsi, inilah prestasi yang kita perolh, prasti yang tidak bernilai seperti kjorupsi, dan berbagai parade kemiskinbanb disaat bulan ramadhan, yang kesemua menjadi keadaan makin buruk
Minggu, 31 Juli 2011
Selamat Atas terpilihnya Rektor Untirta 2011-1015
terpilihnya rektor untirta periode 2011-2015, merupakan suatu hal yang strategis guna pengembangan dan kemajuan untirta dimasa yang akan datang, oleh sebab itulah kemnangan ini adalah kemenangan begi seluruh cevitas akademika Untirta, terlepas dari berbagai gejolak dan perbedaan pilihan yang barang tentu merupakan bagian dari proses pencerdasan kehidupan berdemokrasi secara sehat.
Namun demikian pada kesempatan ini saya menghimbau kepada pihak yang menang dan pihak yang kalah, BAGI PIHAK YANG MENANG : KETAHUILAH APAPUN YANG DILAKUKAN TANPA KEBERSAMAAN YANG SEHAT DAN BERBASIS KOMPETENSI SERTA PROPOSIONAL, SELAMANYA UNTIRTA IDAK AKAN MENGALAMI KEMAJUAN SECARA SIGNIFIKAN.
KEPADA YANG KALAH: DIHARAPKAN ANDA SEMUA SPORTIF, BERIKAN KESEMPATAN KEPADA YANG MENENAG UNTUK MENUNJUKAN KINERJANYA SECARA MAKSIMAL, HINDARI PROVOKASI DALAM BENTUK APAPUN, DAN YANG TERPENTING KEPADA YANG KALAH AGAR TIDAK MEMPERNGARUHI REKTOR TERPILIH HANYA KARENA BERHARAP SUATU JABATAN TERTENTU, TERIMALAH KEKALAHAN SECARA DEWASA, SECARA WAJAR, SECARA SEHAT, MUNDURLAH SECARA TERATUR DARI PERCATURAN SEBELUM DIMINTA OLEH YANG BERKOMPETEN, DAN BILA TIDAK DIMINTA JANGAN DITERJEMHKAN SEBAGAI SUATU PERLAWANAN ATAU BALAS DENDAM, TAPI SAYA YAKIN ANDA SEMUA SUDAH PUAS BERKUASA DI UNTIRTA, OLEH BERIKAN KESEMPATAN KEPADA YANG BARU UNTUK MEMNETUKAN SECARA HATI-HATI PERSONEL YANG PALING LAYAK SECARA AKADEMIS, MAU BEKERJA KERAS, DAN MENGUTAMAKAN KOMPETENSI SERTA PROFESIONALISME, SAYA YAKIN MASIH BANYAK SDM YANG MAMPU DI UNTIRTA APABILA MEREKA DIBERKIAN KESEMPATAN DAN PELUANG UNTUK BERKARYA DALAM MEMVBANGUN UNTIRTA YANG LEBIG BAIK DAN BERMUTU SELAMAT " JAMU " UNTIRTA
Namun demikian pada kesempatan ini saya menghimbau kepada pihak yang menang dan pihak yang kalah, BAGI PIHAK YANG MENANG : KETAHUILAH APAPUN YANG DILAKUKAN TANPA KEBERSAMAAN YANG SEHAT DAN BERBASIS KOMPETENSI SERTA PROPOSIONAL, SELAMANYA UNTIRTA IDAK AKAN MENGALAMI KEMAJUAN SECARA SIGNIFIKAN.
KEPADA YANG KALAH: DIHARAPKAN ANDA SEMUA SPORTIF, BERIKAN KESEMPATAN KEPADA YANG MENENAG UNTUK MENUNJUKAN KINERJANYA SECARA MAKSIMAL, HINDARI PROVOKASI DALAM BENTUK APAPUN, DAN YANG TERPENTING KEPADA YANG KALAH AGAR TIDAK MEMPERNGARUHI REKTOR TERPILIH HANYA KARENA BERHARAP SUATU JABATAN TERTENTU, TERIMALAH KEKALAHAN SECARA DEWASA, SECARA WAJAR, SECARA SEHAT, MUNDURLAH SECARA TERATUR DARI PERCATURAN SEBELUM DIMINTA OLEH YANG BERKOMPETEN, DAN BILA TIDAK DIMINTA JANGAN DITERJEMHKAN SEBAGAI SUATU PERLAWANAN ATAU BALAS DENDAM, TAPI SAYA YAKIN ANDA SEMUA SUDAH PUAS BERKUASA DI UNTIRTA, OLEH BERIKAN KESEMPATAN KEPADA YANG BARU UNTUK MEMNETUKAN SECARA HATI-HATI PERSONEL YANG PALING LAYAK SECARA AKADEMIS, MAU BEKERJA KERAS, DAN MENGUTAMAKAN KOMPETENSI SERTA PROFESIONALISME, SAYA YAKIN MASIH BANYAK SDM YANG MAMPU DI UNTIRTA APABILA MEREKA DIBERKIAN KESEMPATAN DAN PELUANG UNTUK BERKARYA DALAM MEMVBANGUN UNTIRTA YANG LEBIG BAIK DAN BERMUTU SELAMAT " JAMU " UNTIRTA
Selasa, 07 Juni 2011
Pemilihan Rektor Unirta
Kemajuan Untirta sangat ditentukan oleh keberadaan seorang Rektornya yang meimilki karakter kuat yaitu; jujur, berani, adil, tegas, cerdas dan santun dalam setiap penetapan kebijakan. Oleh sebab itulah untuk mendapatkan seorang pemimpin Yntirta yang berkarakter kuat perlu dilakukan proses penjaringan dan pemilihan secara terbuka, sehat dan elegan, dengan tidak perlu ada dikotomi runcing antara rektor dari calon internal atau rektor yang berasal dari luar, akan tetapi yang perlu disikapi adalah bagaimana proses penjaringan agar sebanyak mungkin dibuka ruang visi misi, sehingga kualitas, dan kecerdasan calon secara realistis sesuai kondisi dan perkembangan untirta masa kini dan yang akan datang akan dapat dinilai bahwa ia layak, dan akan semakin layak apabila Para senat yang terhormat memberikan suaranya sesuai hati nurani, tanpa ada janji - janji imbalan jabatan dari seseorang calon, bila kondisi ini yang terjadi maka saya pastikan para senioritas tidak perlu kwatir karena tanpa bapak2 dan ibu sekalian siapa lagi yang akan memberikan pada rektor baru, pasti job telah menanti bapa ibu semua tanpa perlu menerima janji, dan justru bila ada calon rektor yang mengubar janji imbalan jabatan MAKA SAYA HARAPKAN AGAR SENAT YTH, JUSTRU CALON REKTOR INILAH YANG JANGAN DIPILIH, KARENA INILAH CALON REKTOR SEBAGAI CONTOH NYATA YANG TDK BERKARAKTER. Sebagai balon rektor saya memandang Untirta dipimpin secara kolektif oleh sebab itu siapapun dan berasal dari manapun rektornya bila tidak didukung dan tdk mampu bekerja sama dengan tim pimpinan lainnya maka selamanya Untirta tidak akan mengalami kemajuan yang signifikan, selamat berjuang pribadiku Allah menyertaiku, dan menyertai kita semua, berlakulah yang cerdas dan elegan, mari kita bangkit bahwa Untirta Mampu membangun dirinya sendiri diatas kakinya sendiri.... selamat berjuang thanks
Selasa, 22 Februari 2011
MENYEMAI KEHIDUPAN
kanapa kita hidup, jawabannya adalah karena ada kematian, semua benda ciptaan Allah SWT yang hidup pada akhirnya satu saat pasti akan mati. Kehidupan disini yang dimaksud adalah membahas kehidupan manusia, untuk hidup seorang manusia tidaklah sulit, tapi untuk hidup ya g berkualitas, sukses dan damai ini yang tidak muda.
sesungguhnya manusia hidup sepanjang masa, manusia sesungguhnya tidak pernah mati, lantas kenapa ada kematian pada kehidupan manusia, jawabannya menurut analisis saya itu sesungguhnya bukan kematian manusia, akan tetapi perpindahan alam sebagai tempat kehidupan, yang semula hisup dialam yang fanah yang sifatnya objektif dan jasad serta kasat mata, setelah berakhir diperjalanan dialam yang kongkrot ini ( alam material ), kehidupan manusia berpindah ke alam yang abstrak, alam yang tak kasat mata, dan alam yang tidak berwujud dalam pandangan mata manusia, dan manusianya pun sudah tidak berwujud, dialam ynag teak berwujud inilah kehidupan manusia yang kekal, indah serba ada, tinggal makan maunya apa, tidak perlu lagi memasak, tidak perlu lagi korupsi untuk menumpuk harta, tidak perlu lagi pamir jabatan, pamir kekayaan, karena semua sudah Allah SWT sediakan sesuai kekayaan dan pemanfaatnya selama manusia itu hidup di alam kasat mata.
oleh sebab itu kekayaan dan pemanfaatannya sesuai jalan yang benar akan memberikan kekayaan pada kehidupan manusia dialam yang abstrak. atas dasar ini meri kita renungkan semabri kita bertanya ? untuk apa kita hidup, untuk apa kita kaya, untuk apa.......33 x
oleh sebab itu dalam kehidupan tahap pertama ( duniawi ), janganlah kita menabur kebencian tapi taburlah " rasa " cinta kasih, karena cinta kasih sifatnya langgeng hingga akhir jaman selanggeng nama yang kita miliki.... wassalam
sesungguhnya manusia hidup sepanjang masa, manusia sesungguhnya tidak pernah mati, lantas kenapa ada kematian pada kehidupan manusia, jawabannya menurut analisis saya itu sesungguhnya bukan kematian manusia, akan tetapi perpindahan alam sebagai tempat kehidupan, yang semula hisup dialam yang fanah yang sifatnya objektif dan jasad serta kasat mata, setelah berakhir diperjalanan dialam yang kongkrot ini ( alam material ), kehidupan manusia berpindah ke alam yang abstrak, alam yang tak kasat mata, dan alam yang tidak berwujud dalam pandangan mata manusia, dan manusianya pun sudah tidak berwujud, dialam ynag teak berwujud inilah kehidupan manusia yang kekal, indah serba ada, tinggal makan maunya apa, tidak perlu lagi memasak, tidak perlu lagi korupsi untuk menumpuk harta, tidak perlu lagi pamir jabatan, pamir kekayaan, karena semua sudah Allah SWT sediakan sesuai kekayaan dan pemanfaatnya selama manusia itu hidup di alam kasat mata.
oleh sebab itu kekayaan dan pemanfaatannya sesuai jalan yang benar akan memberikan kekayaan pada kehidupan manusia dialam yang abstrak. atas dasar ini meri kita renungkan semabri kita bertanya ? untuk apa kita hidup, untuk apa kita kaya, untuk apa.......33 x
oleh sebab itu dalam kehidupan tahap pertama ( duniawi ), janganlah kita menabur kebencian tapi taburlah " rasa " cinta kasih, karena cinta kasih sifatnya langgeng hingga akhir jaman selanggeng nama yang kita miliki.... wassalam
Jumat, 18 Februari 2011
KEDAMAIAN
Dunia maksudnya manusia didunia ini dipastikan menginginkan kedamaian, karena dengan hidup yang damai berarti kita, anda, saya, kami, kamu, telah mengawali langkah pertama untuk mencapai hidup yang bahagia. Sebaliknya bagi umat manusia apapun latarbelakang sosialbudayanya, dan apapun sstarata kehidupnya, bila dia memulai menyemai kompleks, berarti dia sudah mengawali langkah pertama sebgai semaian pemicu permusuhan ataupun kompleks, apapun sumber atau penyebab awalnya, mungkin berawal dari kesenjangan ekonomi, penindasan, ketidak adilan, korupsi, ras, bahkan hinga ke masalah agama ataupun keyakinan.,
Indonesia sebagai negara plural, sudah pasti banyak sekali benih-benih sumber komplek, sebagai negara berkembang aspek ekonomi menjadi pemicu kecemburuan, aspek politik sebagi pembakar pemusuhan, aspek agama sebagai bara permusuhan, aspek hukum sebagai api kehancuran, disadari atau tidak oleh bangsa ini, kenyataan gejolak permusuhan hampir setiap hari tidak sepi dutayangan televisi.
Kita semua melihat bagaimana kejadian terakhir di cekesik pandeglang, yang dengan dalih memerangi kesesatan ( ahmadyah) yang dilakukan oleh sekelompok umat yang dengan beringas, bengis dan buas, telah menyebabkan kematian tiga orang, apapun latar belakangnya, yang pasti sebagai indivisu dia adalah bangsa Indonesia, dan yang membuta miris hati ini adalah dipihak penyerang mengucapkan Allah Akbar, dipihak yang diserang juga sama, jadi kalau begitu apakah ini perang satu umat...
Katakanlah yang diserang itu benar adanya sesat, sebagai muslim saya tidak rela bila agama saya dinodai, akan tetapi saya juga kurang setuju dengan cara kekerasan memerangi yang sesat
oleh sebab itu kita semua harus cerdas, membela kebenaran harus dimulai dari cara - cara yang benar, jangan samapi menenggakan kebenaran justru diawali dengan cara-cara yang yang tidak benar, tidak terpuji, kalau ini yang dilakukan bukankah berarti kita malah ikut sesat......
bagi TV one, untuk pewawancara malam tgl 17 Pberuari dalam dialog anatar ahmadya dengan tokoh MUI, ada terselip kata-kata " TIDAK ADA TITIK TEMU " saya koreksi perkataan ini tidak tepat, karena sudah pasti dari pengamalan ajaran islam saja sudah berbeda, yang sesat ngotot, karena sesat ( karena mereka dengan santainya mengatakan bila dalam Alquraan tidak ada tapsirnya, maka mereka boleh menambah atau menapsirkan sendiri, kedua hingga hari ini belumada umat man usia diduni ini yang menerima wahyu Allah )artinya itu ajakan syatan, sedangankan yang benar-benar pada agama Allah ( Alquran dan Alhadist ), tidak perlu kecewa dan ngotot, tugas Bapak-bapak sudah benar yaitu minimal wajib satu kali menyampaikan keberan dan sekaligus menatakan yang anda lakukan adalah sesat,... selebihnya kita serahkan pada pengadilan Allah, dengan catatan, lakukan isolasi sosialbudaya, agama dan ekonomi pada yang sesat, tidak perlu ada kontok dalam bentuk apapun dan dalam keadaan apapun karena hukumnya dosa.
Saya menganalisis sekarang Ahmadya telah mencapai target yaitu masuk DPR dan masuk TV dialog ini target pertama mereka, kita tidak sadar seharusnya tidak perlu ada dialog dalam bentuk dan oleh siapapun juga, cukup diserahkan kepada penegak hukum yang sesat dihukum, yang anarkis dihukum secara tegas, JANGAN SAMAPI ADA KESAN PSIKOLOGIS SEPERTI MEMANJAKAN DAN MELINDUNGI PEMELUK AMADYAH. wassalam..
Indonesia sebagai negara plural, sudah pasti banyak sekali benih-benih sumber komplek, sebagai negara berkembang aspek ekonomi menjadi pemicu kecemburuan, aspek politik sebagi pembakar pemusuhan, aspek agama sebagai bara permusuhan, aspek hukum sebagai api kehancuran, disadari atau tidak oleh bangsa ini, kenyataan gejolak permusuhan hampir setiap hari tidak sepi dutayangan televisi.
Kita semua melihat bagaimana kejadian terakhir di cekesik pandeglang, yang dengan dalih memerangi kesesatan ( ahmadyah) yang dilakukan oleh sekelompok umat yang dengan beringas, bengis dan buas, telah menyebabkan kematian tiga orang, apapun latar belakangnya, yang pasti sebagai indivisu dia adalah bangsa Indonesia, dan yang membuta miris hati ini adalah dipihak penyerang mengucapkan Allah Akbar, dipihak yang diserang juga sama, jadi kalau begitu apakah ini perang satu umat...
Katakanlah yang diserang itu benar adanya sesat, sebagai muslim saya tidak rela bila agama saya dinodai, akan tetapi saya juga kurang setuju dengan cara kekerasan memerangi yang sesat
oleh sebab itu kita semua harus cerdas, membela kebenaran harus dimulai dari cara - cara yang benar, jangan samapi menenggakan kebenaran justru diawali dengan cara-cara yang yang tidak benar, tidak terpuji, kalau ini yang dilakukan bukankah berarti kita malah ikut sesat......
bagi TV one, untuk pewawancara malam tgl 17 Pberuari dalam dialog anatar ahmadya dengan tokoh MUI, ada terselip kata-kata " TIDAK ADA TITIK TEMU " saya koreksi perkataan ini tidak tepat, karena sudah pasti dari pengamalan ajaran islam saja sudah berbeda, yang sesat ngotot, karena sesat ( karena mereka dengan santainya mengatakan bila dalam Alquraan tidak ada tapsirnya, maka mereka boleh menambah atau menapsirkan sendiri, kedua hingga hari ini belumada umat man usia diduni ini yang menerima wahyu Allah )artinya itu ajakan syatan, sedangankan yang benar-benar pada agama Allah ( Alquran dan Alhadist ), tidak perlu kecewa dan ngotot, tugas Bapak-bapak sudah benar yaitu minimal wajib satu kali menyampaikan keberan dan sekaligus menatakan yang anda lakukan adalah sesat,... selebihnya kita serahkan pada pengadilan Allah, dengan catatan, lakukan isolasi sosialbudaya, agama dan ekonomi pada yang sesat, tidak perlu ada kontok dalam bentuk apapun dan dalam keadaan apapun karena hukumnya dosa.
Saya menganalisis sekarang Ahmadya telah mencapai target yaitu masuk DPR dan masuk TV dialog ini target pertama mereka, kita tidak sadar seharusnya tidak perlu ada dialog dalam bentuk dan oleh siapapun juga, cukup diserahkan kepada penegak hukum yang sesat dihukum, yang anarkis dihukum secara tegas, JANGAN SAMAPI ADA KESAN PSIKOLOGIS SEPERTI MEMANJAKAN DAN MELINDUNGI PEMELUK AMADYAH. wassalam..
Jumat, 11 Februari 2011
landasn keberhasilan
hidup penuh dengan tantangan, hidup juga adalah opilihan, hidup juga adalah pen gorbanan, dan cobaan, dan tidak ada satu manusiapun yang mau hidupnya susah, semua menginginkan kesuksessan
oleh sebab itu bagi orang besar modal untuk sukses/ berhasil adalah kebesarannya; besar jabatannya, besar pengaruhnya, besar ekonominya, dan nbahkan besar bohong dan doseanya
sedangkan bagi orang kecil, landasan kesuksesannya adalah keyakinan, dengan keyakinan dia dapat mengalahkan yang besar-besar selagi kebesaran itu ciptaan ALLAH
oleh sebab itu bagi orang besar modal untuk sukses/ berhasil adalah kebesarannya; besar jabatannya, besar pengaruhnya, besar ekonominya, dan nbahkan besar bohong dan doseanya
sedangkan bagi orang kecil, landasan kesuksesannya adalah keyakinan, dengan keyakinan dia dapat mengalahkan yang besar-besar selagi kebesaran itu ciptaan ALLAH
HAKIKAT HIDUP
hakikat hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah SWT sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, mengingat Indonesia adala negara plural yaitu plural agama, plural bahasa, plural sukunya dan plural ras, dengan kehiduopan plural ini seharusnya kita dapat hidup makin indah dan makin damai, karena disinilah kualitas kita teruji apakah kita mampu menunjukkan sikap toleran antar sesama, tidak merasa diri paling baik dan palin benar, apalagi dalam kehidupan keseharian tidak ada ancaman yang berarti, kalaupun ada ancaman dan kesesatan kenapa sikap tegang rasa dan patuh hukum tidak dijalankan, kalau pun hukum pidana/perdata tidak bisa adil dan tidak jalan dengan baik, masyarakat bisa menerapkan hukum adat / atau hukum sosial secara arif, bila ini yang diterapkan oleh semua penghuni bangsa ini maka tidak p[erlu ada kekerasan dengan dalih untuk menegakkan kebenaran ajaran tertentu, lantas apakah tidak makin salah kalau untuk menegakan kebenaran dan melarang kesesatan dengan cara melanggar kebenaran dan dengan cara yang sesat juga ????? marilah kita bertidak dengan hati yang bening
Langganan:
Postingan (Atom)