pendidikan merupakan hak dan kwajiban bagi setiap anak bangsa, oleh sebab itu pemerintah, dan masyarakat berkewajiban menyediakan layanan pendidikan yang bermutu, dan adil secara nasional, lokal dengan wawasan global. Masalahnya adalah komitmen pemerintah masih setengah hati terhadap perbaikan mutu pendidikan, buktinya bisa dilihat dari kepatuhan pemerintah untuk mentaati pedoman minimal untuk menjamin mutu pendidikan sebgaimana yang termaktub dalam PP no 19 tahun 2005 yang mencangkup delapan standar yang seharusnya dijadikan modal dasar atau minimal sebagai langkah strategis untuk memperbaiki mutu pendidikan, adapun kedelapan standar tersebut seperti; 1) standar isi, 2) standar proses, 3) standar kompetensi lulusan, 4) standar pendidik, 5) standar sarana, 6) standar pengelolaan, 7) standar pembiayaan dan 8) standar evaluasi, dari kedelapan standar ini standar ke delapan lah yang paling heboh setiap akhir tahun pembelajaran, sedangkan standar yang lain sepertri mati suri terutama standar ke lima, apalagi bila standar ini dilihat hingga pelosok negeri ini sungguh sangat menyedihkan, terjadi deviasi yang sangat lebar antara pelosok dengan perkotaan jangankan beda pulau satu pulau jawa saja sekitar 100 - 130 km dari istana negara saja banyak sekolah yang sangat menyedihkan, disi lain Ujian Nasional mensyaratkan standar kelulusan yang sama dinegeri ini, DISINILAH LETAK KETIDAK ADILAN.....bersambung.......
Kamis, 02 Agustus 2012
Rabu, 25 Juli 2012
manusia suci
sebaik-baiknya maniusia
Hakikatnya tidak ada manusia suci, karena tidak manusia yang bebas dari salah dan dosa, namun demikian dalam kenyataannya manusia suci bisa saja kita temui atau kita dapatkan apabila secara pribadi kita mampu dan mau untuk selalu berbuat kebaikan, tidak membuat susah dan sengsara oranbg lain, apalagi disuasana bulan ramadhan, bulan yang penuh barokah, disbulan suci inilah sebagai manusia kita diberi kesempatan untuk menjadi manusia suci ( fitrah ) sudah barang tentu untuk menjadi manusia suci kita harus memiliki dan mengamalkan sifat-sifat allah, , tapi kalkau belum mampu menjadi manusia suci maka ambil saja standar manusia biak yaitu min imal tidak menyakiti dan tidak membuat orang susah atau tidak menyakiti orang lain, karena hakikatnya sebaik-baik manusia apabila ia telah mampu menyenangkan orang lain dan bermanfaat bagi orang lain.... selamt berlomba tak terkecuali latar belakang sosial papun individu sebagai manusia dihadapan Allah derajatnya sama kecuali nilai ibadahnyalah yang membedakan....
Selasa, 24 Juli 2012
BAB I
PENDAHULUAN
Saat buku ini mulai ditulis (awal tahun 2005), ada dua peristiwa yang sedang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara kita.
Peristiwa pertama, rakyat Indonesia yang diwakili oleh sejumlah elemen masyarakat dilanda rasa kecewa, putus asa, bahkan marah kepada pemerintah yang memutuskan untuk mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Keputusan yang berimbas pada naiknya harga jual BBM ini dianggap sebagai keputusan yangbtidak memihak rakyat. Beragam cara digunakan oleh elemen – elemen masyasrakat umtuk melampiaskan ketidaksetujuan mereka terhadap keputusan tersebut. Rakyat kehilangan semangat hidup dan merasa terpuruk karena kenaikan harga jual BBM itu yang juga berdampak pada melambungnya harga barang-barang kebutuhan pokok.
Peristiwa kedua, sengketa blok Ambalat antara Indonesia dan Malaysia. Klaim sepihak oleh Malaysia atas blok Ambalat serta merta membangkitkan kemarahan rakyat Indonesia sekaligus memicu bangkitnya rasa nasionalisme kebangsaan.
Disinilah tugas seorang pemimpin yang berkarakter untuk memimpin rakyatnya agar kembali memiliki rasa percaya diri dengan menjadikan pengalaman pahit sebagai batu pijakan menuju kehidupan yang lebih baik. Sekaligus memperkukuh jati diri bangsa terlepas dari pro-kontra yang akan selalu ada dalam setiap keputusan apa pun.
Minggu, 01 Juli 2012
KESEIMBANGAN ( BALANCE )
hidup senantiasa dihadapkan kepada berbagai pilihan dan tantangan, setiap pilihan ataupun tantangan merupakan sumber peluang untuk menata dan menggapai kehidupan yang lebih baik. namun sayang sekali banyak dinatara manusia yang cenderung tidak memahami makna kehidupan yang ya dapatkan dari Sang pemberi kehidupan Yaitu Allah SWT, kondisi ini tidak sulit untuk membuktikan serta mencari contoh sosok manusia yang " mengambah " kepada kehidupan dengan segala yang dimilikinya ( kekuasaan, materi, pengaruh, ataupun otoritas ) yang cenderung berlebihan dan mengabaikan keadilan, dalam hal ini lebih tepatnya mengabaikan KESEIMBANGAN, akibatnya dalam berbagai produk kebijakan yang dibuat senaniasa cenderung kepada " penghancuran / pembunuhan " karakter ataupun masa depan orang lain.
atas dasaar ini diyakini setiap soso individu yang lepas dari keseimbangan sehingga berdampak kepada kerugian dan penderitaan bagi orang lain baik bersifat pribadi, kelompok, maupun masyarakat pada umumnya, maka inilah ta tanda seburuk-buruknya manusia. apalagi " Sang Penindas dan Penganiya " justru jauh dari sosok yang patut ditiru, bahkan tdk ada sebesar rambutpun yang bisa dijadikan pedoman dari sosok penindas tersebut,
oleh sebab itulah, dikondisi Indonesia semeraut, kompleks dan mendekati kegagalan bahkan kehancuran ini, saya berharap jadlah bagaikan ikan dilaut, dia hidup dalam genangan air yang asin, tapi dagingnya tdk ikut asin, inilah contoh karakter yang paling mendasar dan dapat dijadikan pedoman,
kepada manusia ( apapun dan sebagai apapun anda ), jangan jadikan diri anda sebagai Firaun - Firaun kecil ala firaun indonesi, kalau anda masih bernama manusia, tapi kecuali anda sudah pindah golongan yaitu pindah pada kelompok magasatwa... kasihan betul ia... sepertinya "DIA" melakukan pencitraan sok bersih dan sok.. ga pernah berbuat padahal manusia-manusi yang tdak mampu menjaga keseimbangan, maka ia senantiasa akan merasa nyaman serta lupa akan nilai-nilai kebaikan, tapi yang ia lakukan tdk lebih sekedar tebar pesona dan pencitraan belaka... kalau begitu kamulah perusak Bangsaku...
Rabu, 13 Juni 2012
BUKAN PEMIMPIN TAPI PEKERJA
memimpin organbisasi, negara adalah sustu pekerjaan yang sangat mudah, karena prosesnya hanya memberdayakan potensi yang ada, begitupun dengan memimpin keluarga ataupun diri sendiri, akan tetapi yang paling sulit adalah memimpin diri sendiri, karena nhakikatnya adalah mengendalikan hasrat.
menyimak pemimpin dan kepemimpina lingkup organisasi di negeri tercinta ini rasanya sangat sulit, karena saat baik pemimpin negara, pemimpin departemen, pemimpin legeslatif, pemimpin yudikatif, padaa saat ini tidak mencerminka dan tidak memiliki jiwa kepemimpinan atau jiwa negarawan ( makin jauh api dengan panggang ), alasannya sederhana karena mereka hanya berperan sebagai pekerja belaka
Senin, 04 Juni 2012
PERILAKU TERPUJI
perbuatan ( perilaku ) manusia bisa diamati dan bisa tidak terlihat, dalam kegiatan relegi perilaku tidak terlihan dapat mencerminkan kemuliaan manusia, sebaliknya perilaku yang diperlihatkan akan menujukkan karaktristik manusis atau menjurus ria, akan tetapi dalam kontek organisasi, dan kinerja sdm, justru dituntut benayak berbuat tanpa berharap, karena inilah ciri utama kemuliaan manusia,artinya tampilan-tampilan simbolis janganlah dijadikan standar keberhasilan,oleh sebab itu sebagai pemimpin ada baiknya memperhatikan sdmnya yang diam, tdk atau jarang tampil dan berbicara bahkan tdk pernah mengeluh, akan tetapi kinerjanya sangat produktif normatif... inilah manusia yang dibutuhkan untuk membangun bangsa, bukan manusia-manusia yang suka pamir, benyak bicara kurang prestasi....
Minggu, 03 Juni 2012
dampak prornografi dan koroptor
dunia makin kacau, tapi sesungguhnya manusialah yang buat dunia kacau, karena mnusia suka memiliki nilai ganda dan suka mencampur adukan antara seni, budaya dengan agama seharuasnya masing-masing biarlah berdiri dan berjalan pada relnya masing- masing, maksdunya jangan disamakan dan janga dipersmakan, akan tetap niali kemuliaan agamalah yang harus bertindak bijak, yang memantau dan memagari nilai-nilai seni dan budaya yang dipandang kebabalasan tanpa perlu menunjukan taring secara berlebihan, alasannya adalah paling dari hasil penelitian yang saya lakukan bulan mei 2012 dengan fokus penelitian yaitu: " Implikasi Pornografi dan Koroptor terhadap kemajuan bangsa " yang hasilnya sungguh dapat dijadikan sebagai pembuka mata, yaitu ternyata 0,9765 menyatakan koroptorlah yang menyebabkan bangsa ini terpuruk, sedangkan fornografi hanya 0,2225 dan tdk tahu 0,001000, penel;itian belum final masih dalam tahap penyempurnaan.
Langganan:
Postingan (Atom)