Selasa, 14 Oktober 2014

SELAMAT BUAT JOKOWI

selamat atas segera dilantiknya presiden terpilih Bapak jokowi, jangan gentar dan jangan ragu tapi tetap tawaduk berjuang demi rakyat, karena dengan demikian itu hanya orang berhati setan yang berani menghambat, hanya manusia gilalah yang berani menghambat program berbasis rakyat, sebagai partisipan aktif pendukung jokowi saya yakin degalan politik, dan propoganda politikus hanya sekedar untuk mencari popularitas semu, 

Selanjutnya saya berpesan kepada Bpk Jokowi, kiranya bp berkenan untuk memilih menteri npendidikan yang berhati pendidik, bukan berhati politikus, dan bukanpula berhati malaikat seerti yang ditunjukan oleh kelompok pejabat di DIKTI, yang telahnmemposisikan dirinya nsebagai malaikat, dan tdk berhati serta tdk berjiowa pendidik DENGAN CARA MENJEGAL, MENJEGAL DAN MENJEGAL SEBAGIAN BESAR USULAN DOSEN DITANAH AIR INI YANG INGIN NAIK PANGKAT KE PROFESOR, mereka di DIKTI telah memposisikan dirinya sebagai malaikat mereka di DIKTYI telah memposisikan jabatan funsional profesor sebagai sesuatu yang mahal dan super mahal, yang hanya berlandaskan JURNAL INTERNATIONAL, ingat Bung... TDK SEMUA KEGIATAN PENDIDIKAN DI BANGSA INI  DIBANGUN DAN DIKEMAS DENGAN BHS INGGRIS, BANYA DAN BANYA SEKALI PEMBANGUNAN BANGSA INI BISA DIBANGUN DENGAN BAIK DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA " KAMPUNG ", ledua hanya satusatunya pilihan yaitu jurna international, harusnya ada alternatif dan penghargaan bagi jurnal nasioanl serta bagi para doktor yan g mengabdi sudah diatas 7 tahun lebih kiranya dapat menggunakan jurnal terakreditasi nasional sebagai pilihan alternatif kedua, mari kita bandingkan mutu profesor dengan jurnal international dengan yang atas jurnal nasional saiap yang paling bermutu....INILAH JATI DIRI KEBANGSAAN 

SEMOGA ...

Kamis, 25 September 2014

kementerian pendidikan

wacana presiden terpilih untuk memisahkan kementerian pendidikan dasar dan menegah dengan kementerian pendidikan tinggi dan riset, dipandang suatu ide yang baik dengan catatan khusus untuk kementerian pendidikan tinggi sebaiknya dilakukan cuci gudang, harus dijabat oleh sosok yang memahami duni pendidikan tinggi yang diserta dengan kepemilikan naluri seorang dosen / pendidikan yang unggul, yang mengerti berbagai model pembelajaran dan paham karakter manusia serta kondisi kebvangsaan serta duni kerja dan kemajuan teknologi.

Olehg sebab itu walaupun jabatan menteri merupakan jabatan politik, namun seoran g menteri pendidikan tinggikiranya dapat melepaskan diri dari berbagai keperlun politik, sehingga kemajuan pendidikan tinggi sebagai wadah investasi sdm benar-benar memiliki keunggulan dan mampu melahirkan anak bangsa yangbberkualitas dengan asuhan dosen-dosen yang memiliki karakter dan pengabdian yang tinggi yang ditunjang dengan perhatian pemerintah yang baik, dan berdasarkan nila  kebangsaan dengan wawasan global, jangan korbankan nilai kebangsaan hanya karena nilai keinggrisan, karena pembangunan bangsa ini jauh lebih banyak yang dibangun dengan menggunakan budaya bangsa sendiri.

Perhatian pengelola DIKTI saat ini lebih condong dan mengagungkan nilai-nilai luar, yang sepertinya bila itu produk dari luar maka sudah pasti unggul jetimbang produk dari bangsa sendiri, INIKAH GAMBARAN DAN CERMINAN JATI DIRI BANGSAKU.... YANG SELALU MERUJUK KEBANGSA LAIN  YANG JUSTRU BELUM TENTU COCOK UNTUK BANGSA INI...., SEMOGA MENTERI PENDIDIKAN TINGGI PAHAM BETUL GELAGAT SESAT YANG DIBANGUN PARA PENDAHULUNYA SELAMA INI, DAN SEGERA UNTUK DIKEMBALIKAN KEPADA JALUR DAN KEBANGGAN ATAS DASAR CERMINAN DAN BERBASIS KEPADA KREATIFITAS PRODUK BANGSA SENDIRI....

Sabtu, 30 Agustus 2014

KEGAGALAN DAN KEKALAHAN

setiap pertandingan ataupun kompetisi pasti akan berakhir dengan kekalahan atau kemenangan, namun sayangnya kedua kata ini sering hanya disanggupi menerima kekalahan dimulut saja, pada saatnya ternyata benar-benar kalah eh ... malah balik menyerang kesana kemari dengan berbagai dalil dalm rangka mencari pembenaran sendiri ( menjadi tdk sportif ).

Bila kondisi ini terjadi dalam pertandingn yang melibatkan kaliber pemimpin  setingkat nasional ironis sekali yng tdnya dielu-elukan sebagai negarawan, akibat tdk sportif eh malah menjadi pencundang.... Ingatlah pesan Tuhan mu... bahwa tdk ada sekecil apapun kejadian didunia ini yang lepas dari kehendak-Nya..., oleh sebab itu jalan yang yg terbaik adalah bersikap sportif dan bersyukur, dan bersyukur, toh kalau terlihat ngotot justru saya menjadi curiga jangan-jangan ada niatan yang tdk baik yang tdk sesuai ajaran Tuhan yang terslip didalam hati, sehingga sekecil apapun niat tersebut justru itulah penyebab kegagalan dalam perjuangan siapapun din dan apapun yang diperjuangkan tersebut

Jadi dengan demikian lakukan pereenungan dan tafakur kepada Allah semata, karena setiap dibalik yang terasa pahit maka akan datang yang manis, dan dibalik yang tersa manis, cepat atau lambat satu saat akan datang yang pahit, BELAJAR UNTUK IKHLAS DAN AMBILAH HIKMH DARI KEGAGALAN... TOH BUKANKAH KEGAGALAN TERSEBUT AWAL DARI KEBERHASILAN ......SEMOGA.... AMIN....AMIN...AMIN...



 

Jumat, 08 Agustus 2014

MENGAKU TETESAN TUHAN

Anak bangsa ini terkadang aneh, terkadang berperilaku yang tdk masuk akal, dan terkadang sepertinya mencerminkan manusia yang relegi dan berbudi, kenyataannya tdk sedikit dalam pola tampilan maupun kominikasi justru mencermikan manusia yang sebaliknya. Kalaupun saat ini sedang berjuang, seharusnya berjuanglah dengan hati, dan gunakan otak bukn otot, oleh sebab itu tam;pilah sebagai sosok yang santun, serta jauhi ucapanucapan yang menyesatkan, apalagi yang bernada relegi seperti mengaku sebagai tetesan tuhan, benarbenar sesat, benar - benar tdk tahu diri, dan sekaligus mencerminkan sosok yang tdk profesional ( baik individu mupun kelompok ).

Atas ucapan mu tersebut pada tgl 8 Agustus 2014 didepan MK, dimana pendukung PB telah mengatakan bahwa Prabowo adalah tetesan tuhan, TUHAN YANG MANA YANG ANDA MAKSUDKAN, KALAU ITU TUHAN ALLAH SWT YANG SERBA MAHA, MAKA DISARANKAN ANDA YANG BERBICARA SEGERA BETOBAT...APALAGI SDR KATAKAN UCAPAN TERSEBUT DIMAKSUDKAN KREN UNTUK MEMAKSA TUHAN AGAR BERPIHAK PADA SESEORANG, kok tuhan dipaksa aneh - aneh saja... bertobatlah ....

Minggu, 27 Juli 2014

KEMENANGAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala kesehatan, kesempatan, serta rahmat dan rejeki yang senantiasa dilimpahkan kepada kita semua, terkhusus dengan berjakan dan berakhirnya bulan suci ramadhan dan memasuki perayaan hari raya idul fitri, semoga segenap anak bangsa dimanapun berada diseantirio tanah air tercita ini semuanya merasakan kedamaian dan kebahagiaan serta tdk kurang satu apaun.

Kita semua behak merasakan masing-masing kemenangan, kemenangan yang paling berat dan paling menantang adalah mengendalikan hawa napsu, kenapa demikian, sebab " napsu " merupakan pmberian ALLah SWT yang patut disyukuri dan sekaligus dikendalikan dengan mengelola naspu secara produktif, serta yang sehat.

Sebagai manusia tak terkecuali apa  statusnya, napsu senantiasa bersemayam di dalam tubuhnya masing0-masing, bahkan derajat dan kegendak dapsu pun berbeada diantara setiap manusia, begitupun dengan cara-cara mengelolanya, diman makin tinggi kedudukan ataupunderajat seseorang derjat napsunya pun makin besar, dengan strategi pengendalian jurtru makin longggar atau makin buta akibatnya energi napsu jauh lebih besar dan sekaligus  mengalahkan energe spiritual, akibatnya dapat dipastikan kemana dan bagaimana serta apa yang diperbuat oleh napsu seseorang tersebut dampaknya pun akan mengikuti.

Lantas apa benar kita semua telah merasa menang.... dan telah suci kembali, jawabannya mari kita lihat dan buktikan diseluruh aktivitas  anak bangsa ini terhitung sejak tanggal 28 Juli 2014 atau yang bertepatan dengan terhitung sejak 1 syawal 1435, apakah energi spiritual yang mengendalikan aktivitasnya  ( jika ini yang muncul maka ia sudah berada dalam aktivitas manajemen Tuhan)  ataukah energi karsa    ( napsu ) yang jutru  menjadi faktor dominan dalam aktivitasnya, ( bila ini yang terjadi maka ia berada dalam manajemen setan )

Jujurlah pada hati sendiri... jangan berbuat jujur hanya karena berharap atau berpengharapan sesuatu dari sesuatu..., karena akibatnya bila tdk didapatkan jutru akan menjadikan diri sendiri sebagai budak kebohomgan..(.inilah ekspresi napsu manusia yang paling banyak dimuka bumi ini )

Minggu, 20 Juli 2014

BERAMAL DAN MEMBANGUN

Sdr-sdr ku yang budimana, pendidikan adalah hak dan jewajiban semua anak bangsa, sebagai hak itu berarti semua anak bangsa berhap untuk mendapat pendidikan yang sama dalam rangka pengembangan potensinya, sedangkan sebagai kewajiban semua anak bangsapun punya kewajiban menujang kelancaran kegiatan pendidikan minimal yang sng diikuti.

Untuk menunaikan haknya mungkin tdk terlalu bermasalah, namun demikian bila haknya tdk ditujang dengan kewajiban dirasqkan akan mengalami berbagai hambatan. Padahal untuk menunaikan kewajibannya diperlukn kemampuan dan kesadaran yang tinggi, sedangkan sebagai mana kita ketahui tdk semua anak bangsa ini terlahor dari keluarga yang mampu, disi lain mereka memiliki ptensi besar untuk berkembang dan sekaligus sebagai investasi masadepan bangsa ini.

Ats dasar ini saya mengajak dan mengimbau kepada bapa/ibu serta pembaca yang budiman kirannya berkenan untuk ikut serta meringankan beban sdr- sdr kita yang masih kekurangan khusunya untuk kelangsungan pendidikan mereka dengan cara menybangkan sedikit rejeki dari Allah SWT melalui rekening BJB BANTEN NO.0059934600100, AN. LEMBAGA PENDIDIKAN, YANG BERGERAK DALAM BIDANG MENCARI DAN PEMBERI DONASI BAGI PESERTA DIDIK YANG TDK MAMPU TERMASUK DONASI BAGI GURU YANG LANJUT PENDIDIKAN.

Donasi yang bapak ibu berikan setiap semesetr di audit secara transparan, dan bukti donasi kami mohon berkenan untuk di emailkan email : dr.sudadio@gmail.com 

sebagai pelopor kegiatan amal pendidikan ini keseharian saya beraktivitas sebagai dosen di Untirta  Banten (di Fkip dan dosen pascasarjan )
Atas segala perhatian dan kesediaan amal bapa-ibu kami ucapkan terima kasih.....

salam: Dr. Sudadio, M,Pd


Senin, 14 Juli 2014

JANGAN KORBANKAN KEJUJURAN

Pemilihan calon presiden RI yang memilih dua pasangan calon sudah berlalu ( tepatnya 9 Juli 2014 ), sejak siang tanggal 9 Juli 2014 gejala dan gemah kemenangan sudah terlihat dari hasil perhitungan cepat versi lembaga survie yang menyampaikan data kemenagan no urut I sebanyak 4 lembaga, dan untuk no urut 2 sebanyak 8 lembaga, akibatnya kedua pasanagan merasa dirnya  sama-sama menjadi pemenang.

Kondisi ini sangat ironis dan memalukan, secara ilmiah hasil perhitungan cepat tdk berbeda jauh dengan hasil perhitungan KPU 22 Juli2014 yad, MASALAHNYA ADALAH KEJUJURAN DAN LEMBAGA SURVIE DAN KEJUJURAN PASANGAN CALON ATAS HASIL SUEVIE TSB, 

Bila ternyata kejujuran dan objetivitas yang dikorbankan hanya karena tdk sanggup untuk menang dan untuk kalah atau sekedar mencari sensasi atau menciptakan suasan gaduh.... MAKA SIAPAPUN SANG CALON TSB, DIA SUDAH TDK LAYAK UNTUK MENYADANG NAMA BAIK PATRIOTIK, APALAGI NEGARAWAN.

Untuk ini bila masih mungkin disarankan sebaiknya yang kalah katakanlah kalah dan yang menang pun jdilah pemenang yang elegant, prinsip JNGAN KORBANKAN KEJUJURAN HANYA UNTUK SEBUAT JABATAN, KALAU ANDA KORBANKAN, MAKA ITU BERATI ANDA TDK PATUIT UNTUK MEMANGKU JABATAN APAPUN TERMASUK PRESIDEN SEKALIPUN......